Tips Menjaga Kesehatan Penglihatan Mata Lansia

Inilah Tips Menjaga Kesehatan Penglihatan Mata Lansia

Orang lanjut usia biasanya banyak mengalami masalah dengan matanya, berikut tips menjaga kesehatan penglihatan mata lansia.

Selamat datang di http://obatkhususmata.com/ salah satu situs resmi milik alfian herbal, yang merupakan agen resmi pusat penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya di indonesia. Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi informasi kesehatan seputar mata yang akan mengutip tips menjaga kesehatan penglihatan mata lansia.

tips menjaga kesehatan penglihatan mata lansiaSeiring dengan bertambahnya usia, maka kemampuan mata untuk melihat dengan baik juga semakin berkurang. Oleh karena itu, pada lansia atau orang lanjut usia biasanya banyak mengalami masalah dengan matanya. Mata sendiri termasuk salah satu indera tubuh yang berguna untuk memberikan informasi mengenai keadaan sekitarnya melalui penglihatan, oleh karena itu penting sekali untuk menjaga kesehatan mata supaya tetap bisa berfungsi dengan baik hingga usia tua.

Bagaimana cara menjaga kesehatan mata bagi lansia agar mata sehat secara fisik dan secara fungsi? Menjaga mata sehat dengan menyeluruh dapat dilakukan berbagai langkah berikut:

  • Menjaga Kebersihan Mata

Jaga kebersihan mata dapat dilakukan dengan cara membersihakn kotoran mata yang kerap timbul saat bangun tidur. Kotoran mata merupakan air mata yang mengering. Menghindari tempat yang terlalu berdebu atau menggunakan pelindung mata saat berada di tempat berdebu. Rutin melakukan pemeriksaan keadaan mata 1-2 tahun sekali.

  • Konsumsi Ikan Kaya Lemak

Beberapa jenis ikan seperti salmon, makarel, tuna, kepiting dan tiram memiliki kandungan asam lemak omega 3 yang cukup tinggi. Jenis-jenis ikan semacam ini baik untuk menjaga kesehatan mata, bahkan nutrisi yang terkandung dapat mencegah kebutaan pada lansia.

Mengonsumsi ikan-ikan berlemak sebanyak 2 kali seminggu atau lebih dapat membantu menyehatkan mata lansia. Selain baik untuk mata, asam lemak omega 3 dapat menjaga tekanan darah tetap stabil, menjaga ritme jantung dan mencegah penggumpalan darah yang memicu penyumbatan pembuluh arteri.

  • Konsumsi Makanan Mengandung Vitamin A

Jenis vitamin A mudah larut dalam lemak yang berperan penting dalam pembentukan sistem penglihatan. Senyawa yang terkandung dalam vitamin A, antara lain retinol, retinil palmitat, dan retinil asetat yang berperan aktif dalam tubuh. Senyawa tersebut akan membentuk kompleks pigmen yang sensitif terhadap cahaya untuk memindahkan sinyal cahaya ke otak. Jenis makanan yang memiliki kandungan vitamin A tinggi seperti wortel, minyak ikan, susu, keju dan hati.

Jika ingin manfaat plus pada vitamin A, dapat mengonsumsi kurma. Kurma memberikan manfaat untuk kesehatan mata, memperkuat kemampuan penglihatan, dan menambah kecantikan mata. Rajin mengonsumsi kurma membuat mata menjadi jernih dan indah, serta mencegah rabun senja.

  • Jaga Asupan Vitamin E

Pembuluh darah pada mata sangat lembut, sehingga mudah sekali rusak akibat radikal bebas. Asupan vitamin E yang cukup membantu mencegah kerusakan pembuluh darah pada mata. Selain itu vitamin E juga membantu melindungi lensa mata akibat radikal bebas.

Seseorang dengan asupan Vitamin E yang rendah memiliki risiko lebih tinggi akan katarak pada masa lanjut usia. Asupan vitamin E sebanyak 400 IU per harinya pada masa muda akan menurunkan risiko katarak pada masa lansianya sampai sekitar 50%. Kandungan vitamin E banyak terdapat pada buah-buahan, susu, mentega, telur, sayuran, dan kecambah.ins,m29.

Jenis gangguan pada lansia dengan gangguan penglihatan

* Perubahan sistem lakrimalis

Pada usia lanjut seringkali dijumpai keluhan nrocos. Kegagalan fungsi pompa pada system kanalis lakrimalis disebabkan oleh karena kelemahan palpebra, eversi punctum atau malposisi palpebra sehingga akan menimbulkan keluhan epifora. Namun sumbatan system kanalis lakrimalis yang sebenarnya atau dacryostenosis sering dijumpai pada usia lanjut, diman dikatakan bahwa dacryostenosis akuisita tersebut lebih banyak dijumpai pada wanita dibanding pria. Adapun patogenesia yang pasti terjadinya sumbatan ductus nasolakrimalis masih belum jelas, namun diduga oleh karena terjadi proses jaringan mukosa dan berakibat terjadinya sumbatan.

Setelah usia 40 tahun khususnya wanita pasca menopause sekresi basal kelenjar lakrimal secara progesif berkurang. Sehingga seringkali pasien dengan sumbatan pada duktus nasolakrimalis tak menunjukkan gejala epifora oleh karena volume air matanya sedikit. Akan tetapi bilamana sumbatan sistim lakrimalis tak nyata akan memberi keluhan mata kering yaitu adanya rasa tidak enak seperti terdapat benda asing atau seperti ada pasir, mata tersa leleh dan kering bahkan kabur. Sedangkan gejala obyektif yang didapatkan diantaranya konjungtiva bulbi kusam dan menebal kadang hiperaemi, pada kornea didapatkan erosi dan filamen. Periksa yang perlu dilakukan adalah Schirmer, Rose Bengal, “Tear film break up time”

* Perubahan refraksi

Pada orang muda, hipermetrop dapat diatasi dengan kontraksi muskulus silisris. Dengan bertambahnya usia hipermetrop laten menjadi lebih manifest karena hilangnya cadangan akomodasi. Namun bila terjadi sclerosis nucleus pada lensa, hipermetrop menjadi berkurang atau terjadi miopisasi karena proses kekeruhan di lensa dan lensa cenderung lebih cenbung.

Perubahan astigmat mulai terlihat pada umur 10-20 tahun dengan astigmat with the rule 75,5% dan astigmat against the rule 6,8%. Pada umur 70-80 tahun didapatkan keadaan astigmat with the rule 37,2% dan against the rule 35%. Factor-faktor yang mempengaruhi perubahan astigmat antara lain kornea yang mengkerut oleh karena perubahan hidrasi pada kornea, proses penuaan pada kornea.

Penurunan daya akomodasi dengan manifestasi presbiopia dimana seseorang akan kesulitan untuk melihat dekat dipengaruhi oleh berkurangnya elastisitas lensa dan perubahan pada muskulus silisris oleh karena proses penuaan.

* Produksi humor aqueous

Pada mata sehat dengan pemeriksaan Fluorofotometer diperkirkan produksi H.Aqueous 2.4 + 0,06 micro liter/menit. Beberapa factor berpengaruh pada produksi H.Aqueous. dengan pemeriksaan fluorofotometer menunjukkan bahwa dengan bertambahnya usia terjadi penurunan produksi H.Aqueous 2% (0,06 mikro liter/menit) tiap decade. Penurunan ini tidsak sebanyak yang diperkirakan, oleh karena dengan bertambahnya usia sebenarnya produksi H.Aqueous lebih stabil disbanding perubahan tekanan intra okuler atau volume COA.

* Perubahan struktur kelopak mata

Dengan bertambahnya usia akan menyebabkan kekendoran seluruh jaringan kelopak mata. Perubahan ini yang juga disebut dengan perubahan involusional terjadi pada :

  • M.orbicular
  • Retractor palpebra inferior
  • Tartus
  • Tendo kantus medial/lateral
  • Aponeurosis muskulus levator palpebra
  • Kulit

Terus kunjungi situs http://obatkhususmata.com/ untuk mengetahui informasi kesehatan lainnya , karena kami akan terus update setiap harinya.

Baca juga : Obat Herbal Ablasio Retina

Tips Menjaga Kesehatan Penglihatan Mata Lansia