Meski Penting, Kebanyakan Konsumsi Serat Juga Bisa Berbahaya

Makanan yang penuh dengan kandungan serat biasanya memang disarankan untuk dikonsumsi supaya dapat menjaga berat tubuh ideal serta membuat beragam risiko penyakit berkurang. Tapi Meski Penting, Kebanyakan Konsumsi Serat Juga Bisa Berbahaya.

Meski Penting, Kebanyakan Konsumsi Serat Juga Bisa Berbahaya

Meski Penting, Kebanyakan Konsumsi Serat Juga Bisa Berbahaya | Makanan berserat sangat dianjurkan untuk menjaga tubuh tetap ramping, sehat dan mengurangi risiko berbagai penyakit. Tapi konsumsi serat berlebihan ternyata juga berbahaya bagi tubuh. Mengonsumsi makanan serat tinggi memang memiliki banyak manfaat, seperti menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, kanker usus besar dan kanker payudara.

Para ahli menyarankan, orang dewasa rata-rata membutuhkan sekitar 25 gram (perempuan) sampai 30 gram (laki-laki) dan sekitar 20 gram untuk anak-anak. Tapi bila orang mengonsumsi serat hingga lebih dari 45 gram per hari, maka serat tersebut justru bisa berakibat buruk bagi tubuh.

Berikut Bahaya Akibat Kebanyakan Konsumsi Serat :

  • Gangguan pada Usus

Efek samping dari mengonsumsi serat berlebihan adalah terjadinya gangguan pada usus dan ini merupakan kondisi yang terparah. Serat dapat mengeluarkan reaksi terhadap probiotik yang dikenal sebagai bakteri sehat dan reaksi tersebut terjadi di usus besar kita. Dari situlah gas akan dihasilkan oleh reaksi ini, dan jika sampai gas tersebut terlalu banyak, perut akan terasa kembung dan tidak nyaman.

Lebih seriusnya lagi, berlebihnya asupan serat yang kita dapat akan memicu usus mengalami penyempitan sehingga zat-zat makanan yang masuk ke dalam tubuh akan otomatis terhambat dan susah untuk lewat. Saking seriusnya, terkadang untuk mengatasi kondisi ini seseorang harus menjalani operasi. Jadi, meski dalam diet dianjurkan untuk mendapatkan serat tinggi, perlu juga untuk dapat membatasi agar porsi serat yang didapat benar-benar cukup untuk tubuh.

  • Sembelit atau Susah BAB

Susah buang air besar atau sembelit biasanya merupakan sebuah kondisi di mana mengonsumsi serat justru menjadi solusi terbaiknya. Hanya saja, serat bila dikonsumsi terlalu banyak maka mineral dan vitamin yang seharusnya dapat terurai malah akan diikat oleh serat. Tidak hanya mineral dan vitamin, air pun juga akan diikat oleh serat yang berlebih di dalam tubuh pada sepanjang saluran pencernaan.

Bila tubuh menerima asupan serat yang lebih dari seharusnya dikonsumsi, maka hal ini akan membuat saluran pencernaan menjadi kering. Di sisi lain, air dibutuhkan oleh sistem pencernaan kita karena perannya yang baik sebagai pelumas sehingga makanan yang masuk alirannya bisa lancar dan mulus. Tapi kalau air saja dapat diikat oleh serat, maka pelumas tersebut tidak akan cukup sehingga makanan tidak dapat bergerak dan tertahan di dalam usus yang menjadi penyebab sembelit.

  • Malabsorbsi

Diketahui bahwa mineral dan vitamin yang seharusnya bisa diserap tubuh justru tidak akan lancar dan optimal ketika mengonsumsi terlalu banyak serat.

Ini disebabkan berbagai nutrisi tersebut akan diikat oleh serat diet, berikut juga senyawa-senyawa makanan lainnya yang masuk ke dalam pencernaan kita. Penelitian ini pun otomatis membuktikan bahwa sistem pencernaan malah akan terganggu dengan penyerapan nutrisi yang gagal atau menjadi lambat akibat terlalu tingginya serat yang kita konsumsi.

Dengan kata lain, serat yang berlebih akan membuat kita tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi lainnya, seperti vitamin dan mineral tersebut. Jika dalam sehari-hari mineral serta vitamin tidak dapat terpenuhi, maka beberapa mineral yang utama malah terjadi defisiensi. Contohnya adalah kita akan kekurangan zinc, zat besi, magnesium dan bahkan kalsium yang diperlukan oleh tulang. Kesehatan kita pun jadi ikut menurun.

  • Kram Perut

Kram perut bukan hanya cedera yang bisa terjadi ketika berolahraga atau saat wanita tengah pada fase menstruasi, melainkan kram yang terjadi pada bagian perut bisa juga dipicu oleh serat berlebih di dalam tubuh dan pencernaan kita. Perlu diketahui bahwa ini terjadi karena tubuh tidak dapat mencerna serat yang masuk. Dengan terlalu banyaknya serat yang masuk, ini justru membuat pencernaan terbeban.

Jumlah serat tinggi memang dibutuhkan tubuh, namun saat serat berlebihan maka otot-otot usus akan otomatis merasa terganggu dan malah terjadi penyebab kram yang terjadi pada waktu proses pencernaan berlangsung. Ketika pencernaan terganggu, seseorang akan merasa tidak nyaman di bagian perut dan hati-hati karena malah bisa memicu masalah pencernaan lainnya jika tidak segera dilegakan.

  • Dehidrasi

Memakan makanan penuh serat secara berlebih dan tidak disertai dengan meminum banyak air putih maka akan terjadilah yang namanya kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi dan bahaya akibat kurang minum air putih. Itulah sebabnya pada program diet apapun, asupan serat yang cukup selalu disarankan berikut juga konsumsi banyak air putih setiap harinya. Ingat bahwa air dapat diserap oleh serat yang artinya pengikatan air terjadi. Itulah alasan mengapa seseorang mengalami dehidrasi secara lebih cepat ketika memakan makanan kaya akan serat secara tidak terkira. Pembatasan itu perlu demi kelangsungan proses pencernaan yang lebih lancar.

  • Hormon Reproduksi Menurun

Konsumsi makanan berserat terlalu banyak juga rupanya bisa berakibat buruk bagi hormon reproduksi kita di mana kadar estrogen, hormon luteinizing, hormon penstimulasi folikel, serta progesterone akan menjadi menurun dan hal ini sudah dibuktikan melalui penelitian. Pelepasan sel telur dari ovarium juga bisa gagal, kondisi ini disebutdengan siklus menstruasi anovulatori. Hal tersebut dapat disebabkan oleh penerimaan serat terlalu berlebih yang berasal dari konsumsi buah-buahan.

Buah memang dikenal baik apalagi jika mengonsumsi bersama dengan sayuran karena keduanya termasuk di dalam bagian pola hidup sehat. Namun, segala yang berlebihan tidak akan baik bagi tubuh, termasuk asupan serat yang malah meningkatkan risiko susah hamil. Hal ini dapat terjadi karena kadar hormon reproduksi yang menurun tersebut. Maka penting untuk segera mengatasinya agar dapat meningkatkan kembali kadar hormon.

  • Bertambahnya Bobot Tubuh

Mungkin sekilas terlihat janggal ketika menemukan salah satu akibat kelebihan serat malah meningkatkan berat badan.

Kebanyakan orang akan mengonsumsi serat dengan senang hati, berharap supaya bisa menurunkan berat badan menuju ke bobot ideal yang mereka targetkan. Mengejutkan memang karena hal ini berawal dari banyak air yang terikat atau terserap oleh serat sehingga terjadilah yang namanya retensi air. ( Obat Tumor Paru-Paru )

Retensi air adalah kondisi yang akan dialami tubuh bila mengonsumsi terlalu banyak serat yang pada akhirnya serat tersebut malah menimbun air. Berat badan yang naik adalah akibat dari adanya banyak air yang ditahan oleh serat tersebut. Ketika air diikat oleh serat maka air pun akan susah dikeluarkan oleh tubuh melalui keringat maupun air seni.

  • Diare

Berlawanan dengan sembelit memang, namun diare dapat terjadi pada seseorang yang mendapat asupan serat terlalu tinggi sehingga pergerakan makanan yang melewati saluran pencernaan akan dipercepat. Jika manfaat ini didapat, maka jangan kaget jika akhirnya diare pun menjadi akibatnya sebab makanan akan bergerak lebih cepat dari biasanya karena efek serat tinggi. Kondisi seperti ini justru dianggap sebagai manfaat yang malah membawa kerugian bagi kita.

Baca Juga : Makanan Yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Saat Naik Pesawat

Meski Penting, Kebanyakan Konsumsi Serat Juga Bisa Berbahaya